Tiga Observatorium Muhammadiyah dan Perkembangan Ilmu Falak

Ringkas: Perkembangan Observatorium Muhammadiyah menunjukkan semakin kuatnya perhatian Persyarikatan terhadap ilmu pengetahuan, khususnya astronomi dan ilmu falak. Setidaknya ada tiga pusat astronomi dengan karakter berbeda: OIF UMSU, Observatorium UAD, dan Observatorium Unismuh Makassar.
Perkembangan Observatorium Muhammadiyah memperlihatkan bahwa Muhammadiyah melalui perguruan tingginya di berbagai daerah tidak hanya membangun ruang penelitian, tetapi juga menghadirkan sarana edukasi publik, pengamatan langit, dan pelayanan keagamaan. Kehadiran observatorium-observatorium ini menegaskan peran dunia pendidikan Muhammadiyah dalam pengembangan sains.
Muhammadiyah bangun pusat astronomi
Setidaknya terdapat tiga pusat astronomi yang memiliki karakteristik berbeda, yaitu Observatorium Ilmu Falak Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (OIF UMSU), Observatorium Universitas Ahmad Dahlan (UAD), dan Observatorium Unismuh Makassar. Ketiganya menjadi bagian dari upaya Persyarikatan untuk mengembangkan ilmu astronomi dan ilmu falak di lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah.
OIF UMSU menjadi salah satu pionir pengembangan astronomi di lingkungan perguruan tinggi persyarikatan. Observatorium Ilmu Falak ini pertama kali diresmikan oleh Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah pada 30 Maret 2015. Setahun kemudian, OIF UMSU kembali mendapat perhatian nasional saat diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada 23 Mei 2016, ditandai dengan penandatanganan prasasti resmi.
OIF UMSU memiliki sejumlah fasilitas, antara lain planetarium flat, perpustakaan falakiah, Pinhole Camera, dan Camera Obscura. Observatorium Muhammadiyah ini juga aktif menjalankan Safari Astronomi serta memberikan layanan akurasi arah kiblat secara gratis.
Observatorium UAD dan konsep edutourism
Universitas Ahmad Dahlan juga menghadirkan observatorium yang diresmikan oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Syamsul Anwar, M.A., pada 11 Agustus 2023. Peresmian tersebut bertepatan dengan peringatan satu abad Observatorium Bosscha.
Observatorium UAD berada di bawah pengelolaan Pusat Studi Astronomi atau PASTRON. Konsep yang dikembangkan adalah ruang edutourism yang terintegrasi dengan Museum Muhammadiyah, serta dilengkapi Taman Angkasa dan Ruang Galeri. Dengan konsep ini, observatorium tidak hanya berfungsi untuk penelitian, tetapi juga sebagai ruang edukasi dan kunjungan publik.
Observatorium Unismuh Makassar di Indonesia Timur
Di kawasan Indonesia Timur, Observatorium Unismuh Makassar juga hadir sebagai bagian dari penguatan sains. Observatorium ini diresmikan langsung oleh Rektor Unismuh Makassar, Prof. Ambo Asse, pada 22 Maret 2023, bersamaan dengan pemantauan hilal awal Ramadan 1444 H.
Observatorium tersebut berlokasi di Lantai 18 Menara Iqra dan menjadi salah satu pusat pengamatan langit yang strategis di Indonesia Timur. Fasilitasnya diperkuat dengan dua kubah berukuran tiga meter serta teleskop iOptron CEM 70 dan Celestron, yang mendukung penelitian dan pemantauan astronomi.
Kehadiran tiga observatorium Persyarikatan ini menjadi bagian dari ikhtiar Muhammadiyah dalam menghubungkan ilmu pengetahuan, pendidikan, teknologi, dan pelayanan kepada masyarakat. Dari Medan, Yogyakarta, hingga Makassar, langit kini menjadi ruang belajar yang semakin terbuka bagi generasi Indonesia.
Poin penting
- Perhatian Muhammadiyah pada astronomi dan ilmu falak
- Tiga observatorium: OIF UMSU, UAD, Unismuh Makassar
- OIF UMSU diresmikan 30 Maret 2015
- OIF UMSU diresmikan Presiden Joko Widodo pada 23 Mei 2016
- Observatorium UAD diresmikan 11 Agustus 2023
- Observatorium Unismuh Makassar diresmikan 22 Maret 2023
Sumber: https://ibtimes.id/tiga-observatorium-muhammadiyah-dan-ikhtiar-membaca-semesta-melalui-sains/