TopikKajian Islam terpercaya, ramah, dan relevan untuk kehidupan sehari-hari.
Islamkamil — Beragama dengan Cerdas dan Santun
Masukkan kode iklan bagian atas di sini.
Hero otomatis menampilkan tiga posting terbaru.
Daftar berita terkini diambil otomatis dari feed Blogger.

Mengusap Kepala Anak dan Mendoakannya, Sunah Penuh Kasih Sayang

Mengusap Kepala Anak dan Mendoakannya, Sunah Penuh Kasih Sayang

Ringkas: Mengusap kepala anak dengan lembut dan mendoakannya merupakan sunah yang mengandung kasih sayang, pendidikan, serta pahala. Hadis ‘Amr bin Huraits radhiyallahu ‘anhu menunjukkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengusap kepalanya dan mendoakannya agar diberi rezeki.

Islam mengajarkan berbagai bentuk kasih sayang kepada anak, di antaranya dengan mengusap kepala mereka secara lembut serta mendoakan kebaikan bagi mereka. Amalan ini memang tampak sederhana, tidak memerlukan biaya dan tenaga besar, tetapi memiliki nilai pendidikan, kasih sayang, dan ibadah yang agung.

Salah satu dalilnya adalah hadis dari sahabat ‘Amr bin Huraits radhiyallahu ‘anhu. Beliau berkata,

ذَهَبَتْ بِي أُمِّي إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَمَسَحَ عَلَى رَأْسِي، وَدَعَا لِي بِالرِّزْقِ

“Ibuku membawaku menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (tambahan riwayat lain: ketika aku masih kecil). Kemudian beliau mengusap kepalaku dan mendoakanku agar diberi rezeki.” (Diriwayatkan oleh al-Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad no. 632; Abu Ya’la no. 1452-1456; Ibnu Abi ‘Ashim dalam kitab Al-Aahaad wal Matsaaniy no. 717; dan lbnul Atsir datam kitab Usdul Ghoabah, 14: 213. Lihat As-Silsilah as-Shahihah, 6: 1070)

Hadis yang singkat ini mengandung banyak pelajaran berharga, terutama bagi para orang tua.

Mengusap Kepala Anak dan Mendoakannya, Sunah Penuh Kasih Sayang

Perhatian Orang Tua terhadap Agama Anak

Perhatikan ucapan ‘Amr bin Huraits ketika membuka kisahnya, “Ibuku membawaku menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

Kalimat tersebut menunjukkan besarnya perhatian seorang ibu terhadap masa depan anaknya. Kasih sayang tidak hanya diwujudkan dengan memenuhi kebutuhan makan, pakaian, dan kesehatan anak. Hal yang paling diharapkan ialah agar anak dekat dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, memperoleh doa beliau, serta tumbuh dalam keberkahan.

Inilah bukti bahwa orang tua yang saleh tidak hanya memikirkan kehidupan dunia anaknya, melainkan juga keselamatan agama dan akhiratnya. Hal ini menjadi pelajaran bahwa mengenalkan anak kepada lingkungan yang baik, majelis ilmu, dan pendidikan agama sejak dini merupakan salah satu bentuk kasih sayang orang tua.

Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا

“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka.” (QS. At-Tahrim: 6)

Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu menjelaskan tentang ayat ini,

عَلِّمُوهُمْ وَأَدِّبُوهُمْ

“Ajarkanlah (didiklah) mereka dengan ilmu (agama) dan adab (akhlak mulia).” (Lihat Tafsir Ath-Thabari, 23: 103 dan Syu’abul Iman, 11: 156)

Sentuhan yang Mengandung Kasih Sayang

Setibanya di hadapan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau mengusap kepala ‘Amr bin Huraits. Perbuatan tersebut menunjukkan akhlak mulia Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada anak-anak. Beliau tidak menjaga jarak dari mereka, bahkan menunjukkan kasih sayang melalui sentuhan yang lembut.

Mengusap kepala anak dapat menumbuhkan rasa aman, kedekatan, dan kasih sayang antara orang tua dengan anak. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga dikenal sering mencium Hasan dan Husain radhiyallahu ‘anhuma, menggendong keduanya, bahkan memanjangkan sujud ketika cucunya menaiki punggung beliau.

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ لَا يَرْحَمْ لَا يُرْحَمْ

“Barangsiapa tidak menyayangi, maka ia tidak akan disayangi.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat yang lain,

لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَرْحَمْ صَغِيْرَنَا وَيُوَقِّرْ كَبِيْرَنَا

“Bukanlah termasuk golongan kami, orang yang tidak menyayangi anak kecil (orang yang lebih muda) dan tidak menghormati orang yang dituakan di antara kami.” (HR. At-Tirmidzi. Lihat Shahihul Jami’ no. 5445)

Mendoakan Anak dan Memohon Rezeki yang Berkah

Setelah mengusap kepala ‘Amr, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak berhenti sampai di situ. Beliau juga mendoakannya,

وَدَعَا لِي بِالرِّزْقِ

“Beliau mendoakanku agar diberi rezeki.”

Hal ini menunjukkan bahwa mendoakan anak merupakan sunah yang sangat dianjurkan. Doa adalah salah satu hadiah terbaik yang dapat diberikan orang tua kepada anak-anaknya. Sering kali orang tua memikirkan tabungan pendidikan anak, tetapi lupa menabung doa untuk mereka.

Padahal, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثَلاثُ دَعَواتٍ مُسْتَجاباتٍ، لا شَكَّ فيهنَّ: دَعْوةُ المَظْلومِ، ودَعْوةُ المُسافِرِ، ودَعْوةُ الوالِدِ على وَلَدِه

“Ada tiga doa yang tidak diragukan kemustajabannya, yaitu: doa orang yang dizalimi (dianiaya), doa orang musafir, dan doa kedua orang tua kepada anaknya.” (HR. Abu Dawud no. 1536, Tirmidzi no. 1905, Ibnu Majah no. 3862, dan Ahmad no. 7501. Lihat As-Silsilah Ash-Shahihah no. 1797)

Karena itu, sudah sepatutnya orang tua meluangkan waktu setiap hari untuk mendoakan anak-anaknya agar diberi hidayah, dimudahkan menuntut ilmu, dijaga akhlaknya, dilapangkan rezekinya, dan diwafatkan di atas imam dan Islam.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendoakan ‘Amr bin Huraits agar diberi rezeki. Ini menunjukkan bahwa memohon rezeki adalah perkara yang dianjurkan. Namun, yang terpenting bukan sekadar banyaknya rezeki, melainkan keberkahannya.

Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ

“Sesungguhnya Allah, Dialah Maha Pemberi rezeki, Yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh.” (QS. Adz-Dzariyat: 58)

Dalam firman-Nya yang lain,

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ

“Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, niscaya Kami akan melimpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi.” (QS. Al-A’raf: 96)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah mendoakan Anas waktu masih kecil dengan doa,

اللَّهُمَّ أَكْثِرْ مَالَهُ وَوَلَدَهُ ، وَبَارِكْ لَهُ فِيمَا أَعْطَيْتَهُ

“Ya Allah, perbanyaklah harta dan anaknya, serta berkahilah apa yang engkau karuniakan kepadanya.” (HR. Bukhari no. 6334 dan Muslim no. 2480)

Rezeki yang diberkahi akan mendatangkan ketenangan, memudahkan seseorang beribadah, serta menjadi sebab kebahagiaan di dunia maupun akhirat.

Renungan untuk Para Orang Tua

Hadis dari ‘Amr bin Huraits di atas mengajarkan bahwa membangun generasi tidak selalu diawali dengan perkara besar. Usapan di kepala yang disertai kasih sayang dan doa tulus dari orang tua merupakan bagian dari pendidikan Islam yang sangat bernilai.

Oleh sebab itu, jangan meremehkan amalan sederhana yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Luangkan waktu untuk mendekati anak-anak, usap kepala mereka dengan lembut, peluk mereka, dan iringi hari-hari mereka dengan doa terbaik.

Semoga Allah Ta’ala menjadikan anak-anak kita sebagai generasi yang bertauhid, berakhlak mulia, diberi rezeki yang halal dan berkah, serta menjadi penyejuk hati bagi kedua orang tuanya.

Poin penting

  • Mengusap kepala anak dengan kelembutan
  • Mendoakan anak agar diberi rezeki
  • Mengenalkan anak pada majelis ilmu
  • Mendidik anak dengan ilmu dan adab
  • Doa orang tua kepada anak mustajab
  • Mengutamakan keberkahan rezeki

Penulis: Arif Muhammad Nurwijaya

Referensi: Al-Bukhari, Al-Adab al-Mufrad, Bab 279. Hadis ke-632.

Sumber: https://muslimah.or.id/34683-mengusap-kepala-anak-dan-mendoakannya-sunah-yang-penuh-kasih-sayang-dan-bernilai-pahala.html

Lihat juga