TopikKajian Islam terpercaya, ramah, dan relevan untuk kehidupan sehari-hari.
Islamkamil — Beragama dengan Cerdas dan Santun
Masukkan kode iklan bagian atas di sini.
Hero otomatis menampilkan tiga posting terbaru.
Daftar berita terkini diambil otomatis dari feed Blogger.

Muhammadiyah Bawa Congklak ke Science Fair London 2026

Muhammadiyah Bawa Congklak ke Science Fair London 2026

Ringkas: Muhammadiyah menjadi satu-satunya organisasi Islam dari Asia Tenggara yang ikut serta dalam East London Mosque Science Fair 2026/1448 di London Muslim Centre, Inggris. Melalui stan bertema brain training, Muhammadiyah memperkenalkan permainan tradisional Indonesia sekaligus inovasi teknologi kesehatan berbasis riset akademik.

Permainan tradisional Indonesia mendapat tempat di panggung sains internasional ketika Muhammadiyah hadir dalam East London Mosque Science Fair 2026/1448 yang digelar di London Muslim Centre, Inggris, pada Sabtu (29/8). Dalam ajang ini, Muhammadiyah tampil dengan pendekatan yang memadukan budaya, pendidikan, teknologi, dan penelitian kesehatan.

Muhammadiyah hadir di Science Fair London 2026

Science Fair London tahun ini mengusung tema “Sparking a New Generation of Muslim Scientists” dan ditujukan bagi anak-anak serta remaja usia 7 hingga 17 tahun. Kegiatan tersebut dihadiri lebih dari 3.000 pengunjung dari berbagai usia dan komunitas.

Muhammadiyah menjadi satu-satunya organisasi Islam dari Asia Tenggara yang berpartisipasi dalam forum tersebut. Melalui stan yang disediakan, pengunjung diajak mengenal permainan tradisional Indonesia seperti congklak, bola bekel, kelereng, dan lato-lato.

[[IMG_1]]

Permainan-permainan itu tidak hanya diperkenalkan sebagai bagian dari budaya, tetapi juga dikaitkan dengan kemampuan kognitif anak. Ketua Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Britania Raya dan Irlandia, Ince Dian Aprilyani Azir, menjelaskan bahwa permainan tradisional tersebut memiliki nilai edukatif yang relevan dengan konsep brain training.

“Permainan tradisional ini sejalan dengan area booth yang disediakan untuk kami, yaitu brain training. Congklak, bola bekel, kelereng, dan lato-lato ternyata bukan sekadar permainan masa kecil, tapi juga melatih konsentrasi, ketangkasan, dan kemampuan berpikir strategis anak-anak sejak dini,” kata Ince dalam keterangan tertulisnya, Rabu (2/9).

Dari permainan tradisional ke teknologi kesehatan

Kehadiran Muhammadiyah dalam Science Fair London tidak berhenti pada pengenalan budaya Indonesia. Stan Muhammadiyah juga menampilkan inovasi teknologi yang lahir dari penelitian akademik.

Thareq Barasabha, kandidat doktor di University of Oxford sekaligus Sekretaris Majelis Pendidikan, Penelitian, dan Kebudayaan PCIM Britania Raya dan Irlandia, memperkenalkan gim seluler untuk penelitian terapi remediasi kognitif digital berbasis gamification.

Teknologi tersebut dikembangkan untuk membantu mencegah penurunan fungsi kognitif dan mendukung penderita gangguan kognitif ringan hingga demensia tahap awal.

“Riset ini menjadi salah satu daya tarik utama di stan kami. Ini menunjukkan bagaimana penelitian akademik dan teknologi digital bisa dihadirkan dalam bentuk yang aplikatif dan bermanfaat bagi kesehatan masyarakat,” ujar Thareq.

Memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional

Selain menghadirkan teknologi kesehatan, permainan tradisional yang dikirim langsung dari kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Jakarta juga menjadi sarana untuk memperkenalkan budaya Indonesia di hadapan masyarakat internasional.

“Selain memperkenalkan budaya Indonesia, kami juga menunjukkan bahwa warisan permainan tradisional ini punya nilai edukatif yang relevan dengan tema sains di forum ini,” ujarnya.

Keikutsertaan Muhammadiyah dalam Science Fair London juga melibatkan sejumlah anggota PCIM Britania Raya dan Irlandia, termasuk Rifqi Ikhwanuddin dan Izuddin Al Farras.

Wajah Islam Indonesia melalui ilmu pengetahuan dan budaya

Bagi Ince, kehadiran Muhammadiyah dalam Science Fair London merupakan kebanggaan sekaligus tanggung jawab. Forum ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan wajah Islam Indonesia yang terbuka serta membangun dialog melalui ilmu pengetahuan dan budaya.

Lebih dari sekadar pameran, Science Fair London memperlihatkan cara Muhammadiyah mempertemukan kekayaan budaya Indonesia dengan sains dan teknologi. Dari congklak hingga riset kesehatan digital, Muhammadiyah menunjukkan bahwa pendidikan dapat menjadi jembatan antara tradisi, inovasi, dan masyarakat global.

Sebagai penutup, partisipasi ini menegaskan bahwa pengenalan budaya, pendidikan, dan riset dapat berjalan beriringan dalam forum internasional. Muhammadiyah memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menghadirkan kontribusi yang menyatukan warisan tradisional Indonesia dengan perkembangan ilmu pengetahuan modern.

Poin penting

  • Muhammadiyah satu-satunya wakil Asia Tenggara
  • East London Mosque Science Fair 2026/1448
  • Tema “Sparking a New Generation of Muslim Scientists”
  • Permainan tradisional untuk brain training
  • Gim seluler terapi remediasi kognitif digital
  • Dialog melalui ilmu pengetahuan dan budaya

Sumber: https://ibtimes.id/muhammadiyah-bawa-congklak-dan-inovasi-kesehatan-ke-science-fair-london/

Lihat juga