Muhammadiyah Senior Care: Pemberdayaan Lansia Bermartabat

Ringkas: Muhammadiyah melalui MPKS PP Muhammadiyah menyiapkan Muhammadiyah Senior Care sebagai pusat layanan lansia di Layangsari, Bogor Selatan, Kota Bogor. Program ini dirancang bukan hanya untuk perawatan, tetapi juga untuk menjaga martabat, kemandirian, produktivitas, dan kontribusi sosial lansia.
Bertambahnya jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia mendorong Muhammadiyah menyusun pendekatan pelayanan sosial yang lebih menyeluruh. Melalui Muhammadiyah Senior Care, Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Pusat Muhammadiyah mulai merancang pusat pelayanan lansia yang sekaligus menjadi ruang pemberdayaan dan pengembangan kemandirian.
Respons Muhammadiyah terhadap Perubahan Demografi
Program Muhammadiyah Senior Care diproyeksikan hadir di kawasan Layangsari, Bogor Selatan, Kota Bogor. Gagasan ini lahir sebagai tanggapan atas perubahan struktur demografi Indonesia, terutama meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip Ketua MPKS PP Muhammadiyah Mariman Darto, penduduk berusia 60 tahun ke atas telah mencapai sekitar 34,07 juta jiwa atau 11,97 persen dari total populasi nasional.
“Pengembangan Muhammadiyah Senior Care ini menjadi tanggapan Muhammadiyah terhadap perubahan struktur demografi Indonesia tersebut, yang ditandai dengan meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia,” ujarnya.
Membangun Layanan yang Menjaga Martabat Lansia
Rencana pengembangan Muhammadiyah Senior Care tidak hanya diarahkan sebagai tempat tinggal atau pusat pelayanan bagi lansia. MPKS PP Muhammadiyah ingin menghadirkan model layanan yang mampu menjaga martabat, kemandirian, dan produktivitas lansia, sekaligus membuka ruang agar mereka tetap dapat berkontribusi dalam kehidupan sosial.
Gagasan tersebut dibahas setelah MPKS PP Muhammadiyah meninjau lahan sekitar 1.500 meter persegi yang telah dilengkapi fasilitas villa. Lokasi itu dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi pusat pelayanan lansia terpadu.
“Tempatnya sangat bagus dan cocok untuk kita dirikan Muhammadiyah Senior Care. Penguatan kelembagaan diperlukan agar pengelolaan pelayanan sosial memiliki dasar yang jelas,” ujar Mariman dalam keterangannya pada Sabtu (15/8).
Kesiapan SDM dan Penguatan Kelembagaan
Selain fasilitas, aspek sumber daya manusia menjadi perhatian penting dalam pengembangan layanan ini. Pengelolaan lansia membutuhkan pendamping yang mampu berkomunikasi dengan baik, sabar, serta memiliki empati terhadap kebutuhan kelompok usia lanjut.
Mariman menekankan bahwa mendampingi lansia memerlukan kemampuan untuk mendengar dengan sungguh-sungguh. “Mengelola lansia itu tidak mudah, harus banyak mendengar. Karena usia lansia betul-betul membutuhkan pendengar yang baik atas gagasan dan ide mereka,” katanya.
Ke depan, Muhammadiyah Senior Care berpotensi dikembangkan dengan berbagai layanan, termasuk daycare lansia. Model pelayanan akan disusun berdasarkan kebutuhan kelompok usia lanjut, dengan tetap mempertimbangkan aspek sosial dan pemberdayaan.
Rencana Bertahap Menuju Amal Usaha Muhammadiyah
MPKS PP Muhammadiyah akan menyiapkan rencana strategis secara bertahap, mulai dari program jangka pendek, jangka menengah, hingga jangka panjang. Sebelum dikembangkan secara resmi sebagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), kesiapan kelembagaan dan sumber daya manusia menjadi fondasi yang perlu diperkuat.
Dengan konsep tersebut, Muhammadiyah Senior Care diharapkan menjadi bentuk baru pelayanan sosial Muhammadiyah. Lansia tidak hanya dipandang sebagai kelompok yang membutuhkan bantuan, tetapi juga sebagai bagian masyarakat yang tetap memiliki pengalaman, gagasan, potensi, dan kontribusi.
Kehadiran Muhammadiyah Senior Care sekaligus menunjukkan upaya Muhammadiyah membaca perubahan sosial melalui layanan yang lebih manusiawi dan berkelanjutan.
Poin penting
- Muhammadiyah Senior Care
- MPKS PP Muhammadiyah
- Layanan lansia terpadu
- Layangsari, Bogor Selatan
- Penguatan kelembagaan dan SDM
- Daycare lansia