Tentang Kamu Tere Liye: Pelajaran Hidup dari Sri Ningsih

Ringkas: Novel Tentang Kamu karya Tere Liye menyoroti perjalanan hidup Sri Ningsih, seorang wanita tangguh, melalui pencarian harta warisan bernilai satu miliar poundsterling oleh Zaman Zulkarnaen. Dari kisah ini, pembaca diajak melihat pelajaran tentang perjuangan, kesabaran, dan keteguhan hati.
Novel Tentang Kamu karya Tere Liye bukan sekadar kisah warisan atau roman. Buku ini justru menghadirkan perjalanan hidup seorang wanita tangguh bernama Sri Ningsih, yang kisahnya menyimpan banyak pelajaran tentang daya tahan, keikhlasan, hubungan antarmanusia, dan makna hidup. Melalui penelusuran Zaman Zulkarnaen, pembaca diajak menyusuri lorong waktu kehidupan Sri Ningsih dari awal hingga akhir.
Novel yang Bukan Sekadar Cerita Romantis
Begitu membaca judulnya, banyak orang mungkin langsung mengira Tentang Kamu adalah novel romance. Namun, kesan itu bisa menyesatkan jika kita hanya menilai dari sampul atau dua kata pada judulnya. Bahkan bagi pembaca yang kurang menyukai novel romantis remaja, buku ini tetap layak dibaca karena isi ceritanya jauh lebih dalam.
Penulis ulasan ini juga mengakui sempat membagikan foto saat membaca buku tersebut di WhatsApp story, lalu ada yang membalas, “tentang warisan”. Jawaban itu memang tidak salah, karena novel ini memang berkisah tentang warisan. Tetapi menurut ulasan ini, diksi yang lebih tepat untuk mewakili isi buku justru adalah: “wanita tangguh”.
Sri Ningsih dan Perjalanan Hidup yang Penuh Liku
Tokoh utama novel ini adalah Sri Ningsih. Cerita berpusat pada Zaman Zulkarnaen, seorang pengacara muda asal Indonesia yang bekerja di London. Ia mendapat tugas dari firma hukum tempatnya bekerja, Firma Hukum London Thompson & Co., untuk menangani harta warisan bernilai satu miliar poundsterling, atau triliunan rupiah, yang ditinggalkan oleh Sri Ningsih.
Dengan berbekal diari dan beberapa catatan milik Sri Ningsih, Zaman harus menelusuri potongan demi potongan kehidupan Sri dari awal sampai akhir. Dari proses investigasi itulah pembaca bisa menangkap berbagai pesan yang tersembunyi di balik kisah hidup seorang wanita yang luar biasa kuat.
Penguasaan Terhadap Diri Sendiri
Salah satu pelajaran penting dari novel ini adalah soal penguasaan terhadap diri sendiri. Banyak orang sulit berdamai dengan dirinya sendiri, karena terus bergulat dengan kejujuran, harapan, ekspektasi, rasa takut, dan hal-hal lain yang sebenarnya berkaitan langsung dengan batin mereka.
Dalam novel ini, Sri Ningsih digambarkan sebagai sosok yang mampu menguasai dirinya di tengah berbagai rintangan hidup sejak awal kehidupannya. Ia kehilangan ayahnya, lalu harus tinggal bersama ibu tiri yang awalnya sangat menyayanginya. Namun setelah suatu kejadian, sang ibu tiri justru menyalahkan Sri Ningsih. Sikapnya berubah total, bahkan Sri disebut sebagai anak terkutuk. Ia diperlakukan seperti babu, sebagaimana konotasi negatif yang selama ini sering dilekatkan pada ibu tiri.
Meski mengalami kesedihan, Sri tidak larut dalam keterpurukan. Ia memilih berdamai dengan keadaan, bukan melarikan diri dari kenyataan. Ulasan ini pun mengingat ungkapan Haruki Murakami: “sakit itu pasti menderita itu pilihan”.
Jangan Sibuk Membangun Citra tentang Diri Sendiri
Dalam bagian lain novel, Zaman bertemu Ode, teman masa kecil Sri Ningsih di Pulau Bungin. Ode menjadi salah satu tokoh penting yang membantu Zaman memahami siapa Sri sebenarnya. Melalui cerita Ode, tergambar betapa luar biasa sosok Sri selama hidupnya.
Menariknya, Sri tidak pernah sibuk menceritakan dirinya sendiri, penderitaannya, atau betapa berat hidup yang ia lalui. Justru orang-orang di sekelilingnyalah yang menceritakan kebaikan dan jejak baik yang ia tinggalkan. Ada orang yang tidak banyak bicara tentang dirinya, tetapi meninggalkan kesan yang sangat mendalam bagi orang lain.
Jika Gagal 1000 Kali, Maka Bangkitlah 1001 Kali
Bagian ini disebut sebagai salah satu bagian paling berkesan dari perjalanan hidup Sri Ningsih. Ia berani menapaki kota metropolitan Jakarta. Ia bukan orang kaya dan tidak datang dengan modal besar. Hanya dengan tekad, anak desa itu berjuang keras menghadapi kerasnya tuntutan hidup di Jakarta demi mendapatkan pekerjaan dan menyambung hidup.
Pesan yang disampaikan melalui kisah hidupnya adalah pentingnya terus belajar, berani memulai dari bawah, tidak mudah menyerah, dan tidak menjadikan kekayaan sebagai identitas. Itulah jawaban mengapa Sri memiliki warisan yang sangat besar, tetapi tidak ada yang mengetahui.
Nilai manusia tidak ditentukan oleh apa yang ia genggam dan miliki, melainkan oleh bagaimana ia menggunakan apa yang dimilikinya.
Jangan Biarkan Perilaku Buruk Seseorang Menghentikan Langkahmu
Dengan begitu banyak liku kehidupan yang dilalui, Sri Ningsih tentu tidak selalu dikelilingi orang baik. Di Jakarta, ia bertemu beragam karakter manusia: ada yang membantu, meremehkan, memanfaatkan, menghargai, hingga mengkhianati.
Bagi Sri, semua itu adalah gambaran nyata kehidupan. Tidak semua orang yang kita temui akan bersikap baik kepada kita. Namun, hal itu tidak menghentikannya untuk terus berbuat baik atau berhenti melangkah hanya karena bertemu orang jahat.
Jika ada orang yang merendahkanmu, itu urusan mereka. Jika ada orang yang membencimu, itu pilihan mereka. Yang menjadi tanggung jawabmu adalah tetap menjadi manusia yang baik.
Kesadaran bahwa Manusia adalah Makhluk Sosial
Ulasan ini juga menyoroti bagaimana Sri Ningsih memahami hakikat manusia sebagai makhluk sosial. Manusia saling berhubungan dan saling membutuhkan. Karena itu, Sri selalu menjaga hubungan baik dengan orang lain, memberi inspirasi, dan membangkitkan semangat orang-orang di sekitarnya.
Dalam kutipan Aimee disebutkan: “Enam belas tahun beliau tinggal di panti ini, sejatinya, kamilah yang harus berterima kasih banyak. Ibu Sri Ningsih membawa semangat baru, kegembiraan, suka cita. Dia adalah penghuni paling riang, paling aktif, dan humoris. Akulah yang harusnya berterima kasih dengan karakter yang begitu memesona..”
Kedermawanan dan kelapangan hati Sri membuatnya dikenang dan menginspirasi banyak orang. Salah satu contohnya adalah ketika ia mendapatkan penghargaan sopir terbaik kota London empat kali berturut-turut.
Cinta Tidak Perlu Ditemukan, Cinta yang Menemukan Kita
Bagian ini dihubungkan dengan Hakan Karim. Ia berkata, “Sungguh terima kasih untuk kesempatan mengenalmu, Sri. Itu adalah salah satu anugerah terbesar dalam hidupku. Cinta memang tidak perlu ditemukan, cinta-lah yang menemukan kita.”
Perjalanan panjang Sri membawanya pada cinta yang pantas ia dapatkan. Terkadang cinta tidak perlu dikejar dengan tergesa-gesa. Cinta akan datang dengan caranya sendiri, mengikuti garis takdir yang telah ditentukan. Karena itu, kita tidak perlu terlalu cemas atau lelah mengejar, sebab pada saatnya cinta itu sendiri yang akan menemukan jalan pulang ke hati yang siap menerimanya.
Jangan Menangis Karena Sesuatu Telah Berakhir
Hakan juga berkata sambil tersenyum, “aku tidak akan menangis sedih karena semua berakhir, aku akan tersenyum bahagia karena semua hal itu pernah terjadi”.
Sering kali orang sibuk menyalahkan dan mengutuk mengapa sesuatu harus berakhir. Padahal, segala yang ada awalnya pasti punya akhir. Pertemuan pada akhirnya juga akan berujung pada perpisahan. Yang kerap dilupakan adalah bersyukur dan tersenyum atas sesuatu yang pernah terjadi.
Hidup memang tidak selalu berjalan sesuai keinginan kita. Namun, dari setiap liku kehidupan, ada hikmah yang mengajarkan banyak hal. Walau perjalanan hidup tidak mudah, esoknya kita bisa menjadi lebih dewasa dan lebih siap menghadapi dunia.
Di Balik Wanita Tangguh Ada Laki-laki yang Teduh
Poin ini disebut sebagai bonus. Setelah panjang berbicara tentang Sri Ningsih sebagai wanita tangguh, ulasan ini menegaskan bahwa ketangguhan tidak berarti seseorang tidak membutuhkan cinta dan dukungan. Sejak kecil, Sri menghadapi kekerasan, kehilangan, kemiskinan, perjuangan, kesendirian, dan berbagai kegagalan.
Hakan Karim, yang disebut sebagai kekasih teduh dan menjadi judul bab 27, adalah satu-satunya orang yang membuat Sri memikirkan dirinya sendiri. Hakan membuat Sri sadar bahwa selama ini ia telah lalai terhadap dirinya sendiri karena terlalu banyak memberi untuk orang lain. Untuk pertama kalinya, Sri merasakan ketulusan yang dalam. Hakan selalu menempatkan kebahagiaan Sri Ningsih di atas kepentingan dan kebahagiaannya sendiri.
Di balik perempuan tangguh, terkadang ada laki-laki hebat yang tidak berdiri di depannya untuk menghalangi, tidak berdiri di atasnya untuk menguasai, melainkan berdiri di sampingnya untuk menemani.
Pada akhirnya, buku ini bukan hanya soal judul yang tertulis di sampul atau soal harta warisan. Lebih dari itu, Tentang Kamu menyoroti nilai-nilai kehidupan seperti perjuangan, kesabaran, keteguhan hati, keikhlasan, persaudaraan, dan persahabatan. Pembaca diajak menyelami sendiri setiap babak yang tertulis di halaman-halaman buku ini.
Selamat membaca.
Ringkasan Buku
Judul Buku: Tentang Kamu
Penulis: Tere Liye
Editor: Triana Rahmawati
Penerbit: Republika Penerbit
Tahun Terbit: Oktober 2016
Jumlah Halaman: 524 halaman (edisi standar)
ISBN: 978-602-0822-34-1
Editor: Ikrima
Poin penting
- Novel Tentang Kamu
- Sri Ningsih yang tangguh
- Zaman Zulkarnaen di London
- Warisan satu miliar poundsterling
- Pelajaran perjuangan dan kesabaran
- Hakan Karim dan ketulusan
Sumber: https://ibtimes.id/perjalanan-menyusuri-lorong-waktu-tentang-kamu-tere-liye/