TopikKajian Islam terpercaya, ramah, dan relevan untuk kehidupan sehari-hari.
Islamkamil — Beragama dengan Cerdas dan Santun
Masukkan kode iklan bagian atas di sini.
Hero otomatis menampilkan tiga posting terbaru.
Daftar berita terkini diambil otomatis dari feed Blogger.

Guru Inspiratif: Menumbuhkan Semangat Belajar Murid

Guru Inspiratif: Menumbuhkan Semangat Belajar Murid

Ringkas: Prof. Abdul Mu’ti menegaskan bahwa guru harus mampu menginspirasi murid. Inspirasi lahir dari bacaan, pengalaman, keteladanan, dan kemauan guru untuk terus bertumbuh.

Pada Jumat, 28 Agustus 2026, dalam pembukaan kegiatan Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) di BBGTK Jawa Barat, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof. Abdul Mu’ti menyampaikan gagasan sederhana tetapi mendasar: guru harus mampu menginspirasi muridnya. Dari inspirasi itulah murid dapat bertumbuh, menemukan semangat belajar, dan perlahan menjadi pembelajar sepanjang hayat.

Gagasan ini penting karena pembicaraan tentang kualitas guru selama ini lebih sering diarahkan pada kompetensi, kurikulum, metode pembelajaran, atau kemampuan menggunakan teknologi. Semua aspek itu tentu penting. Namun pendidikan tidak berhenti pada kecakapan guru menyampaikan materi. Ada hal yang lebih dalam, yakni apakah kehadiran guru mampu menumbuhkan rasa ingin tahu, keberanian mencoba, dan keinginan murid untuk terus berkembang. Guru yang baik bukan hanya membuat murid memahami pelajaran, tetapi juga membuat mereka ingin terus belajar.

Inspirasi Lahir dari Hal-Hal Sederhana

Inspirasi tidak selalu datang dari sesuatu yang besar. Seorang guru tidak harus memiliki prestasi luar biasa atau pengalaman spektakuler untuk dapat menginspirasi muridnya. Sering kali, cerita sederhana tentang kegagalan, proses belajar, perjalanan, perjumpaan dengan seseorang, atau kejadian sehari-hari justru lebih dekat dengan kehidupan murid.

Pengalaman yang disampaikan dengan jujur dapat membuat pelajaran terasa lebih hidup. Murid mungkin melupakan sebagian materi yang pernah diterangkan di kelas, tetapi mereka dapat mengingat cerita guru yang membuat mereka memandang kehidupan dengan cara berbeda. Dari sana, pengetahuan memperoleh konteks, dan pembelajaran menemukan maknanya. Inspirasi kerap tumbuh bukan dari cerita yang tampak hebat, melainkan dari pengalaman sederhana yang mampu menyentuh kesadaran murid.

Membaca Membuat Guru Memiliki Dunia untuk Dibagikan

Meski demikian, guru hanya dapat berbagi apabila ia memiliki sesuatu untuk dibagikan. Karena itu, membaca menjadi bagian penting dalam kehidupan seorang guru. Membaca bukan sekadar menambah pengetahuan, tetapi juga memperluas cakrawala agar guru selalu memiliki perspektif baru untuk dibawa ke ruang kelas.

Guru yang membaca buku, artikel, sastra, hasil penelitian, maupun perkembangan masyarakat akan memiliki lebih banyak bahan untuk menghubungkan pelajaran dengan kehidupan. Ia tidak mudah menjadi pengulang materi yang sama dari tahun ke tahun, karena pengetahuannya terus bergerak. Guru yang berhenti membaca perlahan-lahan akan kehabisan cerita, sedangkan guru yang terus membaca selalu memiliki dunia baru untuk dibagikan kepada muridnya.

Guru Harus Terus Bertumbuh

Membaca saja tentu belum cukup. Guru juga perlu berkegiatan, berdiskusi, mengikuti komunitas, terlibat dalam kegiatan sosial, mengikuti pengembangan profesi, atau mencoba pengalaman baru. Aktivitas seperti itu memperkaya kehidupan guru dan membuat pengetahuan tidak berhenti sebagai teori.

Pengalaman akan memengaruhi cara guru berbicara, menjelaskan, merespons pertanyaan, bahkan cara ia memahami murid. Guru yang terus belajar dan aktif berkegiatan biasanya hadir di kelas dengan energi berbeda, sebab ia tidak hanya membawa materi pelajaran, tetapi juga membawa kehidupan. Buku memperluas pikiran guru, sedangkan pengalaman memperkaya kehidupannya. Keduanya membuat pembelajaran menjadi lebih bernyawa.

Di sinilah guru sebagai inspirasi bertemu dengan guru sebagai pembelajar. Sulit meminta murid mencintai belajar apabila mereka tidak melihat gurunya memiliki rasa ingin tahu. Sulit meminta murid berani mencoba apabila guru sendiri berhenti mempelajari hal baru. Pada masa ketika informasi dapat diperoleh sangat cepat, bahkan melalui kecerdasan artifisial, nilai seorang guru justru semakin terletak pada kemampuannya memperlihatkan bagaimana manusia terus belajar, bertanya, mencoba, dan memperbaiki diri.

Kehidupan Guru adalah Pesan

Murid tidak hanya mendengarkan apa yang dikatakan gurunya. Mereka juga memperhatikan bagaimana guru berbicara, menghargai pertanyaan, memperlakukan orang lain, menghadapi perbedaan, serta bersikap ketika melakukan kesalahan. Tanpa disadari, murid terus membaca kehidupan gurunya.

Sebelum murid membaca buku yang direkomendasikan, sesungguhnya mereka lebih dahulu membaca pribadi yang berdiri di hadapan mereka setiap hari. Karena itu, menjadi guru yang menginspirasi tidak berarti harus menjadi manusia yang selalu hebat dan sempurna. Guru juga bisa salah, lelah, gagal, dan mengalami kesulitan.

Namun ketika murid melihat gurunya tetap mau belajar, bangkit, membaca, mengalami, dan memperbaiki diri, di situlah keteladanan menemukan maknanya. Mungkin ukuran terdalam seorang guru bukanlah berapa banyak halaman buku yang berhasil dituntaskan atau berapa banyak materi yang selesai diajarkan. Ukurannya lebih sederhana sekaligus lebih dalam: apakah setelah bertemu dengannya, seorang murid menjadi lebih berani untuk belajar, bertumbuh, dan menemukan masa depannya. Pada titik itulah guru benar-benar menjadi inspirasi.

Poin penting

  • Guru harus menginspirasi murid
  • Inspirasi dapat lahir dari hal sederhana
  • Membaca memperluas cakrawala guru
  • Pengalaman membuat pembelajaran bernyawa
  • Guru perlu terus bertumbuh
  • Kehidupan guru adalah keteladanan

Sumber: https://ibtimes.id/guru-adalah-inspirasi/

Lihat juga