TopikKajian Islam terpercaya, ramah, dan relevan untuk kehidupan sehari-hari.
Islamkamil — Beragama dengan Cerdas dan Santun
Masukkan kode iklan bagian atas di sini.
Hero otomatis menampilkan tiga posting terbaru.
Daftar berita terkini diambil otomatis dari feed Blogger.

Sahabat Nabi Tidak Merayakan Maulid, Ini Penjelasannya

Sahabat Nabi Tidak Merayakan Maulid, Ini Penjelasannya

Ringkas: Sebagian orang menolak peringatan maulid dengan alasan para sahabat Nabi tidak merayakannya. Syekh Muhammad Yusuf al-Qardhawi menjelaskan bahwa para sahabat tidak membutuhkannya karena mereka hidup bersama Rasulullah dan selalu mengingat sejarah beliau.

Saat ini umat Islam berada di bulan Rabiul Awal, bulan yang dikenal sebagai bulan maulid, yaitu momentum memperingati kelahiran Nabi Muhammad saw. Namun, tidak semua orang sepakat dengan peringatan maulid. Salah satu alasan yang sering diajukan adalah bahwa para sahabat Nabi tidak pernah merayakan maulid. Lalu, mengapa sahabat Nabi tidak merayakan maulid?

Kelahiran Nabi Muhammad sebagai Nikmat Besar

Di antara nikmat terbesar yang Allah swt berikan kepada umat akhir zaman adalah hadirnya Islam melalui Nabi Muhammad saw. Sebelum itu, peradaban manusia mengalami pasang-surut dan kembang-kempis. Bahkan, sejarah mencatat bahwa saat itu belum dikenal istilah kemanusiaan yang benar-benar menjunjung nilai-nilai akhlakul karimah.

Rasulullah saw dilahirkan pada hari Senin, tanggal 12 Rabiul Awal, bertepatan dengan tanggal 20 April tahun 571 M. Kelahiran beliau membawa rahmat bagi alam semesta. Langit dan bumi bergembira, tanah yang semula gersang dan tandus menjadi subur dan makmur, serta pepohonan yang sebelumnya tidak pernah berbuah ikut berbuah sebagai ungkapan kegembiraan atas kelahiran sosok yang kelak menjadi pemimpin umat manusia, nabi, dan rasul.

Merayakan hari kelahiran Rasulullah saw dipahami sebagai salah satu bentuk kegembiraan dan rasa senang dalam menyambut kelahiran manusia paling mulia dan paling agung di muka bumi. Akan tetapi, pertanyaan yang kerap muncul adalah: mengapa para sahabat Nabi tidak merayakan maulid?

Penjelasan Syekh Muhammad Yusuf al-Qardhawi

Syekh Muhammad Yusuf al-Qardhawi (al-Qaradhawi) menjelaskan bahwa ada beberapa bentuk perayaan yang dapat dianggap dan diakui memberi manfaat bagi kaum muslimin. Namun, para sahabat tidak merayakannya karena mereka senantiasa hidup bersama Rasulullah saw.

Rasulullah selalu terpatri di dalam hati para sahabat dan tidak pernah hilang dari pikiran mereka. Karena itu, mereka tidak memerlukan peringatan khusus untuk mengingat peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan beliau.

Ulama yang wafat pada usia 96 tahun itu mengutip salah satu riwayat dari Sa’ad bin Abi Waqash, yaitu: “Kami bercerita kepada anak-anak kami tentang peperangan Rasulullah, sebagaimana kami menghafalkan satu surah Al-Qur’an kepada mereka,”

Para sahabat kemudian menceritakan kepada anak-anak mereka tentang peristiwa perang Badar, Uhud, Khaibar, dan peristiwa lainnya. Mereka juga menyampaikan berbagai kisah dalam kehidupan Rasulullah saw. Karena itu, para sahabat tidak perlu diingatkan kembali tentang semua peristiwa yang berkaitan dengan Rasulullah.

Menghidupkan Kembali Makna yang Terlupakan

Syekh Yusuf al-Qardhawi menjelaskan bahwa akan datang suatu masa ketika kaum muslimin melupakan berbagai peristiwa penting tersebut. Peristiwa-peristiwa itu tidak lagi hadir dalam benak, akal, dan hati mereka. Karena itu, kaum muslimin perlu menghidupkan kembali makna-makna yang telah mati serta mengingatkan kembali berbagai peristiwa yang terlupakan.

Syekh Yusuf menegaskan bahwa memang benar dalam perayaan maulid terdapat beberapa bentuk bid’ah yang terjadi. Akan tetapi, ia juga menyatakan bahwa perayaan maulid Nabi dapat menjadi sarana untuk mengingatkan kaum muslimin tentang kebenaran hakikat sejarah Rasulullah dan kebenaran risalah beliau.

Dengan demikian, ketika umat Islam merayakan maulid Nabi, mereka sedang merayakan lahirnya risalah Islam.

Maulid sebagai Pengingat Keteladanan Rasulullah

Dalam hal ini, Syekh Yusuf mengingatkan umat manusia tentang sebuah peristiwa agung yang mengandung banyak pelajaran dalam peringatan maulid Nabi. Tujuannya adalah agar hubungan manusia dengan sejarah Nabi kembali erat.

Allah berfirman dalam al-Qur’an, yaitu:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيراً

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah”. (QS. Al-Ahzab [33]: 21)

Syekh Muhammad Yusuf al-Qardhawi kembali menegaskan pentingnya memperingati maulid Nabi. Menurutnya, umat Islam membutuhkan pelajaran-pelajaran seperti ini. Peringatan maulid Nabi merupakan sarana untuk mengingatkan kembali umat manusia terhadap makna-makna mulia tersebut.

Penulis meyakini bahwa hasil positif dari peringatan maulid adalah mengikat kembali kaum muslimin dengan Islam dan mengeratkan mereka kembali dengan sejarah Nabi Muhammad saw, agar mereka dapat menjadikan Rasulullah sebagai suri teladan.

Demikian penjelasan mengapa sahabat Nabi tidak melaksanakan maulid, sebagaimana dijelaskan oleh Syekh Muhammad Yusuf al-Qardhawi. Penjelasan ini sekaligus menjadi jawaban atas pertanyaan mengapa para sahabat tidak merayakannya. Wallahu a’lam.

Poin penting

  • Bulan Rabiul Awal
  • Kelahiran Nabi Muhammad saw
  • Alasan sahabat tidak merayakan maulid
  • Penjelasan Syekh Muhammad Yusuf al-Qardhawi
  • Maulid sebagai pengingat sejarah Nabi
  • QS. Al-Ahzab [33]: 21

Tulisan ini pernah diterbitkan di Bincangsyariah.com.

Rekomendasi

Sahabat Nabi Tidak Merayakan Maulid, Ini Penjelasannya

Tata Cara Shalat Perempuan Istihadhah

Sahabat Nabi Tidak Merayakan Maulid, Ini Penjelasannya

Menikah karena MBA, Haruskah Akad Ulang?

Sahabat Nabi Tidak Merayakan Maulid, Ini Penjelasannya

Berikut Beberapa Amalan bagi Perempuan Haid saat Maulid Nabi

Sahabat Nabi Tidak Merayakan Maulid, Ini Penjelasannya

Esensi Memperingati Maulid Nabi; Perjuangan Nabi Mengangkat Derajat Perempuan

Sahabat Nabi Tidak Merayakan Maulid, Ini Penjelasannya

Sumber: https://bincangmuslimah.com/khazanah/kenapa-sahabat-nabi-tidak-merayakan-maulid-37994/

Lihat juga