Risalah Kesemestaan Muhammadiyah untuk Muktamar ke-49

Ringkas: Muhammadiyah sedang menyiapkan Risalah Kesemestaan Muhammadiyah sebagai pijakan untuk memperluas kiprah global menjelang Muktamar ke-49 di Medan pada 2027. Dokumen ini diarahkan untuk memperkuat internasionalisasi Muhammadiyah, bukan hanya secara kelembagaan, tetapi juga dalam kontribusi nyata bagi masyarakat dunia.
Muhammadiyah tengah mempersiapkan langkah baru untuk memperluas perannya melampaui batas negara. Upaya ini diwujudkan melalui penyusunan Risalah Kesemestaan Muhammadiyah, yang diproyeksikan menjadi bagian penting dari penguatan internasionalisasi Muhammadiyah menjelang Muktamar ke-49 Muhammadiyah di Medan pada 2027.
Risalah Kesemestaan Muhammadiyah sebagai pijakan gerakan global
Rencana penyusunan Risalah Kesemestaan Muhammadiyah disampaikan oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Saad Ibrahim dalam Pengajian Umum PP Muhammadiyah di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Jumat malam (28/8/2026).
Menurut Saad, dokumen ini bukan sekadar rumusan administratif organisasi. Risalah Kesemestaan Muhammadiyah lahir dari kebutuhan untuk menerjemahkan semangat dakwah Islam yang membawa pesan kemaslahatan bagi seluruh manusia ke dalam gerakan Muhammadiyah pada tingkat global.
Saad juga menegaskan bahwa dimensi internasional dalam Islam sebenarnya sudah tampak sejak masa awal sejarah Islam. Ia mencontohkan hijrah Nabi Muhammad SAW dan hijrah Utsman bin Affan ke Habasyah sebagai bagian dari sejarah yang menunjukkan bahwa penyebaran Islam sejak awal tidak hanya berpusat di Jazirah Arab.
"Karena itu ini namanya semacam upaya untuk membangun patriotisme, untuk berkiprah secara internasional," ungkapnya.
Internasionalisasi bukan sekadar memperluas struktur
Dalam pandangan Saad, internasionalisasi Muhammadiyah tidak semestinya dipahami hanya sebagai upaya memperbanyak struktur organisasi di luar negeri. Perluasan gerakan itu harus berjalan seiring dengan usaha menghadirkan kontribusi nyata serta nilai-nilai Islam dalam kehidupan masyarakat global.
"Maka kalau Muhammadiyah kemudian berusaha untuk membangun semangat dalam konteks spirit, dalam konteks patriotisme, untuk internasionalisasi itu adalah konsekuensi logis dan sudah niscaya," imbuhnya.
Karena itu, Risalah Kesemestaan Muhammadiyah diharapkan menjadi salah satu landasan untuk membaca posisi dan peran Persyarikatan dalam menghadapi berbagai persoalan global.
Dua jalur internasionalisasi Muhammadiyah
Saad menjelaskan bahwa internasionalisasi Muhammadiyah dapat ditempuh melalui dua jalur. Pertama, pendekatan struktural, yaitu dengan memperkuat jejaring dan kelembagaan Muhammadiyah di berbagai negara. Kedua, pendekatan kultural, yaitu melalui peningkatan kontribusi warga Muhammadiyah dan masyarakat Muslim dalam lingkungan sosial masing-masing.
Pendekatan kultural menjadi sangat penting, terutama di negara-negara dengan populasi Muslim minoritas. Dalam konteks ini, kehadiran Muhammadiyah diharapkan mampu menampilkan wajah Islam yang membawa kedamaian, kemajuan, dan kemaslahatan.
Melalui arah tersebut, Risalah Kesemestaan Muhammadiyah disusun agar internasionalisasi tidak berhenti pada ekspansi kelembagaan semata. Dokumen ini ditujukan untuk memperkuat pemikiran dan orientasi dakwah Muhammadiyah dalam konteks masyarakat dunia.
Persiapan menuju Muktamar ke-49 Muhammadiyah
Menjelang Muktamar ke-49 di Medan pada 2027, Risalah Kesemestaan Muhammadiyah menjadi salah satu gagasan yang menunjukkan bagaimana Persyarikatan sedang mempersiapkan diri menghadapi tantangan zaman yang semakin global.
Dengan demikian, Risalah Kesemestaan Muhammadiyah diharapkan menjadi jembatan antara akar gerakan yang telah dibangun selama lebih dari satu abad dengan tanggung jawab Muhammadiyah untuk memberi kontribusi yang lebih luas bagi kemanusiaan dan peradaban dunia.
Pada akhirnya, penyusunan risalah ini memperlihatkan bahwa internasionalisasi Muhammadiyah diarahkan bukan hanya untuk memperluas jangkauan organisasi, tetapi juga untuk meneguhkan peran dakwah Islam yang membawa manfaat bagi masyarakat dunia.
Poin penting
- Risalah Kesemestaan Muhammadiyah
- Menuju Muktamar ke-49 di Medan 2027
- Disampaikan Saad Ibrahim
- Internasionalisasi Muhammadiyah
- Pendekatan struktural dan kultural
- Kontribusi bagi kemanusiaan dunia
Sumber: https://ibtimes.id/menuju-muktamar-ke-49-muhammadiyah-persiapkan-risalah-kesemestaan/