TopikKajian Islam terpercaya, ramah, dan relevan untuk kehidupan sehari-hari.
Islamkamil — Beragama dengan Cerdas dan Santun
Masukkan kode iklan bagian atas di sini.
Hero otomatis menampilkan tiga posting terbaru.
Daftar berita terkini diambil otomatis dari feed Blogger.

Bantuan Muhammadiyah untuk Penyintas Gempa NTT

Bantuan Muhammadiyah untuk Penyintas Gempa NTT

Ringkas: Muhammadiyah menyalurkan bantuan operasional posko, layanan EMT, serta 1.400 paket Rendangmu untuk penyintas gempa bumi di Nusa Tenggara Timur. Bantuan dipusatkan di Pos Pelayanan Kesehatan Rumah Sakit Lapangan EMT Muhammadiyah, Dampek, Manggarai Timur, pada Ahad (6/9/26).

IBTimes.ID – Muhammadiyah kembali menunjukkan kepedulian kemanusiaan kepada penyintas gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Di tenda pengungsian, bantuan telah dikemas untuk warga terdampak, meliputi logistik Rendangmu, Family Kit, School Kit, serta bantuan pendukung lain yang berasal dari hasil galang dana kemanusiaan Lazismu melalui program Indonesia Siaga.

Muhammadiyah Salurkan Bantuan Operasional dan 1.400 Paket Rendangmu

Selain bantuan logistik yang telah tiba lebih dahulu, Muhammadiyah juga menyalurkan bantuan operasional untuk Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah Type 1 Fixed. Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk Bantuan Operasional Posko Muhammadiyah serta 1.400 paket rendang bagi penyintas gempa bumi di NTT pada Ahad (6/9/26).

Penyerahan bantuan dipusatkan di Pos Pelayanan Kesehatan Rumah Sakit Lapangan EMT Muhammadiyah, Dampek, Kecamatan Lamba Leda Utara (Sambi Rampas), Manggarai Timur.

Agenda ini dihadiri oleh Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Hilman Latief, Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pusat Budi Setiawan, Kepala Dinas Kesehatan Manggarai Timur Tintin, Camat Lamba Leda Utara Emilianus Sarjanit, Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat Ahmad Imam Mujadid Rais, Direktur Utama Lazismu Pusat Barry Adhitya, Direktur Fundraising Lazismu Pusat M. Sholeh Farabi, serta 27 personil tim relawan medis EMT.

Kondisi Penyintas dan Kerusakan Fasilitas Umum

Camat Lamba Leda Utara, Emilianus Sarjanit, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas gerak cepat dan uluran tangan Muhammadiyah setelah bencana yang melanda wilayahnya sejak 15 Agustus lalu.

“Kami benar-benar jatuh pascagempa. Bingung harus ke mana, dan uluran kasih dari Tim Muhammadiyah membangkitkan semangat kami kembali. Terima kasih telah menghapus air mata kami”, ujar Emilianus.

Emilianus melaporkan bahwa 2.294 rumah di wilayahnya mengalami rusak parah. Sementara itu, 8.333 jiwa masih bertahan di tenda pengungsian.

Kerusakan juga menimpa fasilitas layanan publik. Dua Puskesmas setempat, yaitu Puskesmas Dampek dan Puskesmas Beleng, mengalami kerusakan. Selain itu, 80 persen fasilitas pendidikan rusak berat sehingga layanan kesehatan dan kegiatan belajar mengajar (KBM) harus berlangsung di tenda darurat.

Kepala Dinas Kesehatan Manggarai Timur, dokter Tintin, menjelaskan bahwa pada awal bencana daerahnya menghadapi tantangan besar akibat hilangnya jaringan komunikasi dan terbatasnya kesiapsiagaan darurat. Dari total 29 Puskesmas di wilayah tersebut, 12 Puskesmas mengalami rusak parah atau masuk kategori merah, dan seluruh alat kesehatannya tidak dapat diselamatkan.

“Hadirnya MDMC, EMT Muhammadiyah, serta berbagai universitas dan relawan sangat membantu kami. Layanan Rumah Sakit Lapangan dari EMT membuat kepulihan masyarakat jauh lebih cepat teratasi”, ungkapnya.

MDMC Aktifkan Koordinasi dan Rumah Sakit Lapangan

Pada kesempatan yang sama, Ketua Ketua LRB PP Muhammadiyah, Budi Setiawan, menerangkan bahwa MDMC langsung mengaktifkan simpul koordinasi sejak hari pertama bencana. Simpul tersebut meliputi Poskornas di Jogja, Poskorwil di Ende, dan Poskorda di kabupaten terdampak.

Rumah Sakit Lapangan EMT Muhammadiyah yang berstandar WHO diterjunkan dengan skema dua rotasi tim atau shift selama satu bulan penuh. Layanan ini berjalan melalui kerja sama dengan tenaga kesehatan lokal dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

“Bagi kami, kesehatan dan pendidikan adalah dua hal yang tidak boleh berhenti saat bencana. Selain layanan medis, Muhammadiyah bersama Kemendikdasmen juga merancang pembangunan ruang kelas darurat agar anak-anak tidak mengalami trauma berkepanjangan”, pungkasnya.

Solidaritas Kemanusiaan sebagai Gerakan Kolektif

Dalam pengarahannya, Bendahara Umum PP Muhammadiyah Hilman Latief menegaskan bahwa kehadiran Muhammadiyah merupakan wujud gerakan kolektif dan komitmen solidaritas kemanusiaan.

“Misi kemanusiaan Muhammadiyah didasari spirit tolong-menolong dalam kebajikan. Menghadapi situasi sulit (aqabah) membutuhkan ketahanan mental dan kerja sama yang kuat. Tim EMT ini dipersiapkan matang bertahun-tahun sesuai standar WHO agar bisa bekerja profesional di mana pun bencana terjadi”, jelas Hilman.

Hilman menambahkan bahwa Muhammadiyah akan terus mendampingi proses pemulihan masyarakat Manggarai Timur sampai masa tanggap darurat dan rekonstruksi selesai. Pendampingan itu dilakukan melalui penggalangan dana serta penguatan jejaring relawan.

Ikhtiar kemanusiaan ini menunjukkan pentingnya tolong-menolong dalam kebajikan, terutama saat masyarakat menghadapi bencana dan membutuhkan dukungan bersama untuk pulih.

Poin penting

  • 1.400 paket Rendangmu
  • Bantuan Operasional Posko Muhammadiyah
  • EMT Muhammadiyah Type 1 Fixed
  • 8.333 jiwa di tenda pengungsian
  • 12 Puskesmas rusak parah
  • Pemulihan hingga rekonstruksi

Sumber: https://ibtimes.id/hapus-air-mata-penyintas-muhammadiyah-salurkan-bantuan-operasional-dan-1-400-paket-rendangmu/

Lihat juga