TopikKajian Islam terpercaya, ramah, dan relevan untuk kehidupan sehari-hari.
Islamkamil — Beragama dengan Cerdas dan Santun
Masukkan kode iklan bagian atas di sini.
Hero otomatis menampilkan tiga posting terbaru.
Daftar berita terkini diambil otomatis dari feed Blogger.

Doa Setelah Wudhu: Arab, Latin, Arti dan Keutamaannya

Selesai berwudhu, banyak dari kita langsung beranjak ke sajadah atau kembali beraktivitas. Padahal ada satu amalan ringan yang pahalanya luar biasa: membaca doa setelah wudhu. Bacaan yang paling sahih adalah "Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lah, wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa rasuluh", sebagaimana diriwayatkan Imam Muslim. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjanjikan bahwa siapa yang mengucapkannya setelah menyempurnakan wudhu, akan dibukakan untuknya delapan pintu surga. Di artikel ini kita bahas bacaan lengkapnya (Arab, latin, arti), tambahan doa dari riwayat lain beserta status hadisnya, serta adab yang menyertainya.

Jamaah berwudhu di tempat wudhu masjid sebelum membaca doa setelah wudhu
Sumber: Brocken Inaglory / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Bacaan Doa Setelah Wudhu Riwayat Muslim (Paling Sahih)

Dasar utama doa ini adalah hadis Uqbah bin Amir radhiyallahu 'anhu yang menceritakan sabda Nabi, lalu disampaikan oleh Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu. Dalam salah satu jalur riwayat Imam Muslim, lafaznya sebagai berikut:

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

Latin: Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lah, wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa rasuluh.

Artinya: "Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya."

Keutamaannya disebutkan langsung dalam hadis tersebut: "Tidaklah salah seorang di antara kalian berwudhu lalu menyempurnakan wudhunya, kemudian mengucapkan: Asyhadu an laa ilaaha illallah ... melainkan dibukakan baginya delapan pintu surga, ia boleh masuk dari pintu mana saja yang ia kehendaki." (HR. Muslim no. 234). Lafaz lengkap dengan tambahan wahdahu laa syariika lah terdapat pada jalur riwayat Abu Bakar bin Abi Syaibah dalam Shahih Muslim yang sama. Kamu bisa membaca teks Arab dan terjemahan Inggrisnya di Sunnah.com (Shahih Muslim 234).

Perhatikan syaratnya: menyempurnakan wudhu. Artinya, doa ini menjadi penutup dari wudhu yang dilakukan dengan benar, mulai dari niat, membasuh anggota wudhu dengan rata, hingga tertib urutannya.

Tambahan Doa: "Allahummaj'alni minat Tawwabin"

Di masyarakat kita, doa setelah wudhu biasanya dilanjutkan dengan kalimat berikut:

اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ، وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ

Latin: Allahummaj'alni minat tawwabin, waj'alni minal mutathahhirin.

Artinya: "Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertobat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang menyucikan diri."

Tambahan ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi (Sunan At-Tirmidzi no. 55) dari Umar bin Khattab. Statusnya perlu kita pahami dengan jujur. Imam At-Tirmidzi sendiri menyebut sanad hadis ini mengalami idhthirab (kegoncangan riwayat). Syaikh Al-Albani menilai hadis ini sahih (Shahih Sunan At-Tirmidzi), sementara sebagian ulama hadis lain, seperti Syaikh Ahmad Syakir, menilai bahwa tambahan kalimat Allahummaj'alni... tidak kuat karena hanya muncul pada jalur riwayat At-Tirmidzi. Inti hadisnya (dua kalimat syahadat) tetap sahih karena diriwayatkan Muslim.

Lalu bolehkah dibaca? Banyak ulama tetap membacanya, di antaranya Syaikh Abdul Aziz bin Baz yang menyebutkan rangkaian doa ini sebagai dzikir setelah wudhu dalam fatwanya. Maknanya pun selaras dengan firman Allah:

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

"Sungguh, Allah menyukai orang yang tobat dan menyukai orang yang menyucikan diri." (QS. Al-Baqarah [2]: 222, terjemahan Kemenag RI)

Wudhu membersihkan lahir, tobat membersihkan batin. Karena itu, para ulama melihat ada kecocokan yang indah antara keduanya.

Ilustrasi tangan basah selesai berwudhu di tempat wudhu masjid
Ilustrasi AI

Doa Penutup: "Subhanakallahumma wa Bihamdika"

Ada satu lagi dzikir yang dianjurkan setelah wudhu, yaitu:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Latin: Subhanakallahumma wa bihamdika, asyhadu an laa ilaaha illa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik.

Artinya: "Mahasuci Engkau ya Allah, dan dengan memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau. Aku memohon ampun dan bertobat kepada-Mu."

Hadis ini berasal dari Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu. Disebutkan bahwa siapa yang membacanya setelah berwudhu, maka bacaan itu ditulis pada lembaran lalu dicap dan tidak akan rusak hingga hari kiamat. Hadis ini diriwayatkan oleh An-Nasa'i dalam 'Amal al-Yaum wal-Lailah (no. 81) dan Al-Hakim dalam Al-Mustadrak. Para ulama berbeda pendapat apakah riwayat ini marfu' (sabda Nabi) atau mauquf (perkataan Abu Sa'id). Al-Hafizh Ibnu Hajar menjelaskan bahwa riwayat mauquf-nya sahih dan isi semacam ini tidak mungkin berasal dari pendapat pribadi, sehingga dihukumi seperti sabda Nabi. Syaikh Al-Albani menilainya sahih dengan gabungan jalur-jalurnya (As-Silsilah Ash-Shahihah no. 3056).

Urutan Bacaan Doa Setelah Wudhu yang Bisa Diamalkan

Agar mudah dihafal, berikut urutan yang biasa diajarkan para ustadz berdasarkan riwayat-riwayat di atas:

  1. Selesaikan wudhu dengan sempurna dan tertib.
  2. Baca dua kalimat syahadat riwayat Muslim: Asyhadu an laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariika lah, wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa rasuluh.
  3. Lanjutkan dengan Allahummaj'alni minat tawwabin, waj'alni minal mutathahhirin.
  4. Tutup dengan Subhanakallahumma wa bihamdika, asyhadu an laa ilaaha illa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik.

Kalau baru sanggup menghafal satu, prioritaskan bacaan nomor dua karena derajatnya paling kuat.

Adab dan Hal yang Perlu Diluruskan

1. Tidak ada doa khusus untuk tiap anggota wudhu

Sebagian buku lama mencantumkan doa tersendiri saat membasuh wajah, tangan, kepala, dan kaki. Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar menjelaskan bahwa doa-doa per anggota wudhu tersebut tidak memiliki dasar dari Nabi. Syaikh bin Baz juga menyatakan tidak ada dzikir khusus selama wudhu, yang disyariatkan adalah membaca bismillah di awal dan syahadat di akhir. Meski begitu, beliau menyebut tidak mengapa berdoa secara umum, misalnya memohon ampunan, selama tidak diyakini sebagai doa khusus yang diajarkan Nabi.

2. Soal menengadah ke langit

Ada riwayat yang menyebut Nabi mengangkat pandangan ke langit sebelum membaca syahadat setelah wudhu (Sunan Abu Dawud no. 170). Namun riwayat ini dinilai lemah (dha'if) oleh Syaikh Al-Albani karena ada perawi yang tidak dikenal. Jadi, tidak perlu diyakini sebagai sunnah yang pasti.

3. Tidak perlu mengangkat tangan

Dzikir setelah wudhu cukup dibaca dengan lisan dan hati yang hadir, tanpa mengangkat tangan seperti doa umum, karena tidak ada riwayat sahih yang menyebutkannya.

4. Sambung dengan shalat dua rakaat

Masih dalam hadis Muslim no. 234, Nabi bersabda bahwa siapa yang berwudhu dengan baik lalu shalat dua rakaat dengan menghadirkan hati dan wajahnya, maka wajib baginya surga. Kebiasaan Bilal bin Rabah yang selalu shalat setelah bersuci bahkan membuat Nabi mendengar suara sandalnya di surga (HR. Al-Bukhari no. 1149).

Tempat wudhu di Masjid Süleymaniye Istanbul
Sumber: np&djjewell / Wikimedia Commons (CC BY 2.0)

Keutamaan Mengamalkan Doa Setelah Wudhu

  • Dibukakan delapan pintu surga, sebagaimana janji dalam hadis Muslim.
  • Memperbarui tauhid setiap kali bersuci, yang dalam sehari bisa lima kali atau lebih.
  • Menggabungkan kesucian lahir dan batin: air membersihkan anggota tubuh, istighfar membersihkan hati.
  • Menjadi persiapan terbaik sebelum shalat, sehingga hati lebih tenang dan khusyuk.

Wudhu sendiri tidak hanya untuk shalat fardhu. Ada banyak keadaan yang dianjurkan berwudhu, seperti sebelum tidur atau saat marah. Kamu bisa membaca daftarnya di artikel Wudhu Sunnah: 56 Keadaan yang Dianjurkan Berwudhu. Setiap wudhu itu adalah kesempatan untuk mengulang doa ini.

FAQ Seputar Doa Setelah Wudhu

Apakah doa setelah wudhu wajib dibaca?

Tidak wajib. Wudhu tetap sah tanpa membacanya. Hukumnya sunnah (dianjurkan) dengan pahala yang sangat besar.

Bolehkah membaca doa setelah wudhu di dalam kamar mandi?

Para ulama menganjurkan untuk tidak berdzikir di dalam kamar mandi. Jika tempat wudhu menyatu dengan toilet, sebaiknya keluar dulu baru membaca doa.

Apakah perempuan haid boleh membaca doa ini?

Perempuan haid tidak berwudhu untuk shalat. Namun membaca dzikir, syahadat, dan istighfar tetap boleh kapan saja.

Harus menghadap kiblat?

Tidak ada dalil khusus yang mewajibkannya. Menghadap kiblat saat berdzikir adalah adab yang baik, tetapi bukan syarat.

Kesimpulan

Doa setelah wudhu yang paling sahih adalah dua kalimat syahadat riwayat Imam Muslim, dengan keutamaan dibukakannya delapan pintu surga. Tambahan Allahummaj'alni minat tawwabin waj'alni minal mutathahhirin dari riwayat At-Tirmidzi dan dzikir Subhanakallahumma wa bihamdika dari riwayat An-Nasa'i juga diamalkan banyak ulama, dengan catatan status hadisnya seperti dijelaskan di atas. Biasakan membacanya setiap selesai wudhu, lalu sambung dengan shalat dua rakaat bila sempat. Ringan di lisan, berat di timbangan. Untuk doa harian lain, baca juga Doa Ketika Turun Hujan Sesuai Sunnah. Wallahu a'lam.

Rujukan: QS. Al-Baqarah [2]: 222 (terjemahan Kemenag RI); Shahih Muslim no. 234; Shahih Al-Bukhari no. 1149; Sunan At-Tirmidzi no. 55; Sunan Abu Dawud no. 170; An-Nasa'i, 'Amal al-Yaum wal-Lailah no. 81; Al-Albani, As-Silsilah Ash-Shahihah no. 3056 (penomoran hadis mengikuti Sunnah.com).