TopikKajian Islam terpercaya, ramah, dan relevan untuk kehidupan sehari-hari.
Islamkamil — Beragama dengan Cerdas dan Santun
Masukkan kode iklan bagian atas di sini.
Hero otomatis menampilkan tiga posting terbaru.
Daftar berita terkini diambil otomatis dari feed Blogger.

Apakah Sholat Sunnah Fajar Sama dengan Qobliyah Subuh?

Ilustrasi apakah sholat sunnah fajar sama dengan qobliyah subuh
Foto oleh Mrmafia708 (Wikimedia), lisensi CC0 (domain publik).

Jawaban singkat: sholat sunnah fajar sama dengan sholat sunnah qobliyah Subuh. Keduanya merupakan sholat sunnah dua rakaat yang dikerjakan setelah masuk waktu Subuh dan sebelum sholat fardu Subuh. Perbedaan keduanya hanya terletak pada nama atau istilah yang digunakan.

Di tengah masyarakat, dua istilah ini kadang dianggap menunjuk pada ibadah yang berbeda. Ada yang menyebutnya sholat fajar, sebagian lain menyebutnya qobliyah Subuh, sunnah Subuh, atau sunnah sebelum Subuh. Padahal, semua sebutan tersebut merujuk pada amalan yang sama.

Sholat sunnah fajar dan qobliyah Subuh adalah ibadah yang sama

Istilah fajar berkaitan dengan waktu terbitnya cahaya pagi, sedangkan qobliyah berarti ibadah yang dilakukan sebelum sholat tertentu. Karena dikerjakan sebelum sholat fardu Subuh, sholat ini disebut qobliyah Subuh. Karena dilakukan pada waktu fajar, ibadah yang sama juga disebut sholat sunnah fajar.

Dalam sejumlah kitab fikih, sholat ini memiliki beberapa nama lain, seperti sunnah Subuh, sunnah barod, sunnah wustho, dan sunnah ghodat. Banyaknya nama tidak menunjukkan adanya banyak jenis sholat. Nama-nama tersebut hanya menunjukkan penyebutan yang berbeda untuk satu amalan.

Jadi, seseorang tidak perlu mengerjakan dua sholat terpisah, masing-masing untuk sholat fajar dan qobliyah Subuh. Cukup melaksanakan dua rakaat sholat sunnah sebelum Subuh.

Berapa rakaat dan kapan waktu pelaksanaannya?

Sholat sunnah fajar atau qobliyah Subuh dikerjakan sebanyak dua rakaat. Waktunya dimulai setelah masuk waktu Subuh, biasanya ditandai dengan berkumandangnya azan Subuh, hingga sebelum sholat fardu Subuh dilaksanakan.

Dengan demikian, sholat ini tidak dikerjakan setelah sholat Subuh. Ia juga tidak dikerjakan sebelum masuk waktu Subuh. Contohnya, jika azan Subuh berkumandang pukul 04.30, seseorang dapat melaksanakan dua rakaat qobliyah Subuh setelah azan selesai dan sebelum iqamah atau sebelum sholat fardu dimulai.

Urutan sederhananya sebagai berikut:

  1. Waktu Subuh masuk dan azan dikumandangkan.
  2. Muslim mengambil wudu jika belum memiliki wudu.
  3. Sholat sunnah fajar atau qobliyah Subuh dikerjakan dua rakaat.
  4. Sholat fardu Subuh dikerjakan setelahnya.

Jika seseorang berada di masjid dan iqamah sudah dimulai, ia perlu memperhatikan keadaan. Jangan sampai mengejar sholat sunnah tetapi tertinggal sholat berjamaah atau kehilangan kesempatan mengikuti sholat fardu. Dalam kondisi seperti ini, mengikuti sholat fardu bersama imam menjadi prioritas.

Keutamaan dua rakaat sebelum Subuh

Sholat sunnah fajar memiliki keutamaan besar. Dalam hadis disebutkan bahwa dua rakaat sholat sunnah sebelum Subuh lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya. Pesan ini menunjukkan betapa tinggi nilai ibadah tersebut di sisi Allah.

Keutamaan lainnya terlihat dari kebiasaan Nabi Muhammad dalam menjaganya. Aisyah meriwayatkan bahwa Nabi tidak menjaga sholat sunnah tertentu dengan perhatian yang lebih kuat daripada dua rakaat sebelum Subuh. Bahkan ketika bepergian, sholat sunnah fajar termasuk amalan sunnah yang tetap beliau lakukan secara rutin.

Keutamaan ini tidak berarti seseorang boleh meremehkan sholat sunnah lain. Namun, ia menunjukkan posisi khusus qobliyah Subuh. Dua rakaatnya singkat, tetapi nilainya sangat besar. Karena itu, umat Islam dianjurkan berusaha tidak meninggalkannya tanpa alasan.

Tata cara dan bacaan niat

Secara umum, tata cara sholat sunnah fajar sama seperti sholat sunnah dua rakaat lainnya. Sholat dimulai dengan niat, takbiratul ihram, membaca Al-Fatihah dan surat atau ayat Al-Qur’an, rukuk, iktidal, sujud, duduk di antara dua sujud, lalu berdiri untuk rakaat kedua. Setelah menyelesaikan rakaat kedua, sholat diakhiri dengan salam.

Lafal niat yang sering diajarkan adalah:

Usholli sunnatash-shubhi rak'ataini qobliyatan lillahi ta'ala.

Artinya: “Aku berniat sholat sunnah Subuh dua rakaat sebagai qobliyah karena Allah Ta’ala.”

Jika seseorang menyebutnya sebagai niat sholat sunnah fajar, maksud ibadahnya tetap sama. Yang terpenting adalah kesengajaan dalam hati untuk melaksanakan dua rakaat sholat sunnah sebelum Subuh karena Allah. Perbedaan penyebutan tidak mengubah hakikat sholatnya.

Mengapa sholat ini dianjurkan dilakukan dengan ringan?

Sholat sunnah fajar dianjurkan dilaksanakan secara ringkas. Ringkas bukan berarti menghilangkan rukun, syarat, atau kewajiban sholat. Maksudnya, bacaan dan gerakannya tidak dipanjangkan seperti sebagian sholat sunnah lainnya.

Riwayat tentang kebiasaan Nabi menunjukkan bahwa beliau melaksanakan dua rakaat sebelum Subuh dengan ringan. Hal ini sesuai dengan waktunya yang berdekatan dengan sholat fardu Subuh. Setelah azan, kaum muslimin bersiap mengikuti sholat wajib, sehingga sholat sunnah tersebut tidak dilakukan secara berlebihan panjang.

Contohnya, seseorang dapat membaca surat pendek setelah Al-Fatihah, menjaga tumakninah, lalu menyelesaikan dua rakaat dengan tenang. Ringkas tetap harus benar. Jangan mempercepat gerakan sampai rukuk, iktidal, sujud, atau duduk di antara dua sujud tidak dilakukan secara sempurna.

Contoh praktik dalam keadaan sehari-hari

Contoh pertama, sholat di rumah. Azan Subuh terdengar ketika seseorang sudah bangun dan berwudu. Setelah azan selesai, ia berdiri menghadap kiblat, berniat sholat sunnah dua rakaat sebelum Subuh, lalu mengerjakannya dengan ringkas. Setelah itu, ia melaksanakan sholat fardu Subuh.

Contoh kedua, datang ke masjid sebelum iqamah. Seseorang tiba di masjid setelah azan Subuh dan masih memiliki waktu. Ia dapat mengerjakan dua rakaat qobliyah Subuh, kemudian duduk menunggu iqamah dan mengikuti sholat berjamaah.

Contoh ketiga, datang ketika iqamah berlangsung. Jika iqamah sudah dimulai, ia tidak perlu memaksakan diri mengerjakan qobliyah Subuh terlebih dahulu. Ia dapat langsung bergabung dengan imam untuk sholat fardu. Tujuannya agar tidak kehilangan sholat berjamaah dan tidak mengganggu keteraturan saf.

Contoh keempat, tertidur sampai waktu Subuh hampir habis. Dalam kondisi seperti ini, seseorang perlu memperhatikan waktu yang tersedia dan ketentuan yang diikuti. Jangan sampai sholat sunnah menyebabkan sholat fardu Subuh terlewat. Sholat wajib tetap menjadi tanggung jawab utama.

Kesimpulan

Sholat sunnah fajar dan qobliyah Subuh adalah ibadah yang sama, bukan dua sholat yang berbeda. Keduanya dikerjakan sebanyak dua rakaat setelah masuk waktu Subuh dan sebelum sholat fardu Subuh. Istilah lain yang juga digunakan adalah sunnah Subuh dan beberapa sebutan lainnya.

Amalan ini memiliki keutamaan besar dan sangat dijaga oleh Nabi. Karena itu, umat Islam dianjurkan membiasakannya. Laksanakan dengan ringkas tetapi tetap memenuhi rukun dan ketentuan sholat. Jika waktu sempit atau iqamah telah dimulai, dahulukan sholat fardu dan jamaah. Dengan pemahaman ini, tidak ada lagi kebingungan antara istilah sholat sunnah fajar dan qobliyah Subuh.

Lihat juga