Bolehkah Perempuan Transaksi Jual Beli Saat Waktu Salat Jumat? Penjelasan Syafi'i

Ringkas: Larangan jual beli saat salat Jumat khusus bagi yang wajib melaksanakan salat Jumat. Perempuan tidak wajib, jadi tetap boleh bertransaksi.
Masuk waktu salat Jumat, umat Islam diperintahkan meninggalkan jual beli. Namun, apakah larangan ini berlaku bagi perempuan yang tidak memiliki kewajiban salat Jumat? Kajian ini mengupas dalil Qur'an, tafsir Imam Mawardi, serta pendapat Imam Nawawi‑Syafi’i.
Larangan Jual Beli Saat Waktu Salat Jumat
Ketika masuk waktu salat Jumat, seseorang dilarang melakukan transaksi jual beli. Berdasarkan QS. Al‑Jumu’ah [62]: 9:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَوٰةِ مِن يَوۡمِ ٱلۡجُمُعَةِ فَٱسۡعَوۡاْ إِلَىٰ ذِكۡرِ ٱللَّهِ وَذَرُواْ ٱلۡبَيۡعَۚ ذَٰلِكُمۡ خَيۡرٞ لَّكُمۡ إِن كُنتُمۡ تَعۡلَمُونَ
“Wahai orang‑orang yang beriman, apabila (seruan) untuk melaksanakan salat pada hari Jum’at telah dikumandangkan, segeralah mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”
Imam Mawardi dalam tafsir al‑Nukat wa al‑‘Uyun juz 6 halaman 9 menafsirkan potongan ayat وَذَرُواْ الْبَيْعَ sebagai larangan praktik jual beli ketika salat Jumat karena kewajiban ibadah tersebut.
Ada dua pendapat tentang masa haram: pertama sejak matahari tergelincir hingga selesai salat Jumat; kedua sejak azan pertama (azan khutbah) hingga selesai salat Jumat.

Transaksi Jual Beli oleh Perempuan saat Masuk Waktu Jumat
Keharaman jual beli berlaku bagi orang yang wajib melaksanakan salat Jumat, yaitu laki‑laki. Tujuannya mencegah kelalaian ibadah, sebagaimana contoh sahabat yang terhenti oleh Rasulullah saat memberi khutbah.
Imam Nawawi mengutip Imam Syafi’i dalam kitab al‑Majmu’ Syarh al‑Muhadzdzab juz 4 halaman 400:
قَالَ الشَّافِعِيُّ فِي الْأُمِّ وَالْأَصْحَابُ إذَا تَبَايَعَ رَجُلَانِ لَيْسَا مِنْ أَهْلِ فَرْضِ الْجُمُعَةِ لَمْ يَحْرُمْ بِحَالٍ وَلَمْ يُكْرَهْ
“Imam Syafi’I berpendapat di dalam kitab al‑Umm dan pendapat Ashab as‑Syafi’I bahwa apabila dua orang laki‑laki bertransaksi sedangkan keduanya bukan termasuk orang yang wajib salat Jumat, maka transaksinya tidak haram ataupun makruh pada saat itu.”
Dengan demikian, larangan hanya bagi yang memiliki kewajiban salat Jumat. Perempuan, anak kecil, orang sakit, atau budak tidak termasuk, sehingga mereka boleh bertransaksi.

Kesimpulan Hukum Jual Beli bagi Perempuan
Larangan jual beli saat nida’ Jumat berlaku bagi yang wajib melaksanakan salat Jumat. Perempuan tidak memiliki kewajiban tersebut, sehingga tidak haram melakukan transaksi jual beli pada waktu itu.



Poin penting
- Larangan jual beli saat salat Jumat
- QS. Al‑Jumu’ah ayat 9
- Penafsiran Imam Mawardi
- Pendapat Imam Syafi’i dalam al‑Umm
- Pengecualian bagi yang tidak wajib Jumat
- Perempuan boleh bertransaksi saat waktu Jumat
FAQ
Apakah perempuan wajib menahan jual beli saat masuk waktu salat Jumat? Tidak, karena perempuan tidak memiliki kewajiban melaksanakan salat Jumat.
Apakah larangan jual beli berlaku sejak azan khutbah atau sejak matahari tergelincir? Kedua pendapat ada; yang penting larangan bagi yang wajib salat Jumat.
Bagaimana jika dua laki‑laki yang bukan wajib Jumat bertransaksi? Menurut Imam Syafi’i, transaksi tidak haram maupun makruh.