TopikKajian Islam terpercaya, ramah, dan relevan untuk kehidupan sehari-hari.
Islamkamil — Beragama dengan Cerdas dan Santun
Masukkan kode iklan bagian atas di sini.
Hero otomatis menampilkan tiga posting terbaru.
Daftar berita terkini diambil otomatis dari feed Blogger.

Perbedaan Ijma dan Ittifaq dalam Istilah Ulama

Perbedaan Ijma dan Ittifaq dalam Istilah Ulama

Ringkas: Ijma dan ittifaq sama-sama berkaitan dengan kesepakatan, tetapi sebagian ulama memandang keduanya sinonim, sedangkan ulama lain membedakan cakupannya. Ijma dipahami sebagai kesepakatan seluruh ulama, sementara ittifaq dapat merujuk pada kesepakatan dalam satu mazhab.

Memahami istilah dalam khazanah fikih penting bagi siapa pun yang ingin membaca kitab dan penjelasan ulama secara tepat. Salah satu istilah yang sering dijumpai adalah ijma’ dan ittifaq. Keduanya sama-sama mengandung makna kesepakatan, tetapi penggunaannya tidak selalu dipahami dengan cara yang sama oleh para ulama.

Pertanyaan mengenai perbedaan ijma dan ittifaq dijawab dengan menjelaskan adanya dua pandangan di kalangan ulama. Sebagian ulama menganggap kedua kata tersebut memiliki makna yang sama atau merupakan murodif, yakni kata-kata yang memiliki arti berdekatan atau bersinonim. Sebagian ulama lainnya membedakan makna dan konteks penggunaannya.

Ijma dan ittifaq menurut ulama yang menyamakannya

Menurut sebagian ulama, ijma dan ittifaq dapat digunakan untuk menunjukkan kesepakatan. Dalam pandangan ini, perbedaan lafaz tidak selalu menunjukkan perbedaan substansi. Selama konteks pembicaraan menunjukkan adanya kesepakatan para ulama, kedua istilah tersebut dapat dipahami dalam makna yang berdekatan.

Di antara ulama yang disebut berpendapat demikian adalah Syeikh Ibn Abdil Barr, Syeikh al-Qorrofiy, Syeikh Ibn Rusydi dan Imam Nawawi. Penyebutan nama-nama ini menunjukkan bahwa persoalan istilah tersebut memang memiliki pembahasan dalam literatur keislaman dan tidak semestinya disikapi secara tergesa-gesa.

Dengan demikian, ketika seorang ulama menggunakan kata ijma atau ittifaq, pembaca perlu memperhatikan konteks pembahasan, kitab yang dirujuk, serta cara ulama tersebut mendefinisikan istilahnya. Tidak setiap perbedaan kata otomatis berarti adanya perbedaan hukum atau kesimpulan fikih.

Ijma dan ittifaq menurut ulama yang membedakannya

Sebagian ulama memandang bahwa ijma dan ittifaq memiliki cakupan berbeda. Di antara ulama yang disebut dalam penjelasan ini adalah Syeikh al-’Ainiy dan Ibn Hazm. Menurut pandangan tersebut, ittifaq adalah kesepakatan ulama dalam lingkungan mazhab tertentu, sedangkan ijma adalah kesepakatan seluruh ulama atau ulama lintas mazhab.

Perbedaan ini terletak pada luasnya pihak yang mencapai kesepakatan. Ittifaq dapat digunakan untuk menjelaskan kesamaan pendapat di antara para ahli dalam satu mazhab. Adapun ijma memiliki cakupan yang lebih luas karena dikaitkan dengan kesepakatan para ulama secara umum, bukan hanya ulama dari satu mazhab.

Pembedaan tersebut membantu pembaca memahami bahwa istilah “sepakat” tidak selalu menunjukkan tingkat kesepakatan yang sama. Kesepakatan internal suatu mazhab tentu berbeda cakupannya dengan kesepakatan seluruh ulama. Karena itu, istilah yang digunakan perlu dibaca sesuai kebiasaan penulis dan konteks kitabnya.

Penjelasan dari referensi ulama

Dalam referensi yang dikutip, dijelaskan perbedaan antara ijma dan ittifaq sebagai berikut:

ووجه الفرق بين الإجماع والاتفاق عند كثير من الأئمة، أن الإجماع يراد به إجماع الأمة، وأما الاتفاق يراد به اتفاق أصحاب المذهب. قال العدوي في حاشيته: (قوله وبغيرها اتفاقا) الأولى وبغيرها إجماعا لأن الاتفاق اتفاق المذهب، والاجماع إجماع الأمة)) (حاشية العدوي على الخرشي1/ 158)، نقلا من موسوعة الإجماع لشيخ الإسلام، ص: 14 وقال الحطاب في شرح قاعدة المؤلف: والمراد بالاتفاق اتفاق أهل المذهب، وبالإجماع إجماع العلماء) (مواهب الجليل 1/ 40)، نقلا من موسوعة الإجماع لشيخ الإسلام، ص:15 وقال الخرشي: ومن الفوائد أن قاعدة المؤلف وغيره أن يريد بالروايات أقوال مالك .. والمراد بالاتفاق اتفاق أهل المذهب، وبالإجماع إجماع العلماء , وإذا قالوا الجمهورعنوا به الأئمة) (حاشية الخرشي 1/ 48)، نقلا من موسوعة الإجماع لشيخ الإسلام، ص:15

Rujukan tersebut menguatkan penggunaan istilah yang membedakan antara kesepakatan ahli mazhab dan kesepakatan para ulama. Dalam kutipan itu disebutkan bahwa ittifaq diarahkan kepada kesepakatan ahli mazhab, sedangkan ijma diarahkan kepada kesepakatan umat atau para ulama.

Pelajaran dalam membaca istilah fikih

Perbedaan istilah ini mengajarkan pentingnya ketelitian ketika membaca kitab fikih. Pembaca sebaiknya tidak langsung menyimpulkan bahwa setiap kata ijma berarti semua ulama tanpa pengecualian, atau setiap kata ittifaq hanya bermakna kesepakatan satu mazhab. Pendapat ulama mengenai istilah itu sendiri memiliki beberapa perincian.

Langkah yang tepat adalah melihat siapa penulis kitab, mazhab yang menjadi latar pembahasan, serta keterangan sebelum dan sesudah istilah tersebut. Jika diperlukan, pembaca dapat merujuk kepada guru atau ahli ilmu agar pemahaman terhadap istilah tidak terlepas dari konteksnya.

Pemahaman yang cermat juga membantu menjaga adab dalam menyikapi perbedaan pendapat. Ketika terdapat dua penggunaan istilah di kalangan ulama, seorang Muslim tidak semestinya menjadikan perbedaan tersebut sebagai alasan untuk saling menyalahkan. Perbedaan itu dapat dipelajari sebagai bagian dari keluasan tradisi keilmuan Islam.

Kesimpulannya, sebagian ulama menyamakan ijma dan ittifaq sebagai kata yang memiliki makna berdekatan. Sebagian ulama lain membedakannya: ittifaq berarti kesepakatan ulama dalam satu mazhab, sedangkan ijma berarti kesepakatan seluruh ulama atau lintas mazhab. Wallohu a’lam.

Poin penting

  • Ijma dan ittifaq sama-sama berkaitan dengan kesepakatan
  • Sebagian ulama menganggap keduanya sinonim
  • Ittifaq dapat berarti kesepakatan dalam satu mazhab
  • Ijma dapat berarti kesepakatan seluruh ulama
  • Konteks kitab menentukan penggunaan istilah
  • Perbedaan istilah perlu disikapi dengan adab ilmiah

Pertanyaan umum

Apakah ijma dan ittifaq selalu berbeda?
Tidak selalu. Sebagian ulama menyamakan keduanya, sedangkan sebagian lainnya membedakan cakupan dan konteks penggunaannya.

Apa perbedaan ijma dan ittifaq menurut ulama yang membedakan?
Ittifaq adalah kesepakatan ulama dalam mazhab tertentu, sedangkan ijma adalah kesepakatan seluruh ulama atau ulama lintas mazhab.

Bagaimana cara memahami istilah tersebut dalam kitab?
Perhatikan konteks pembahasan, mazhab penulis, dan keterangan ulama terkait. Jika belum jelas, tanyakan kepada ahli ilmu.

Sumber: PISS KTB — https://www.piss-ktb.com/2025/02/6323.html

Lihat juga